Search
Close this search box.

PT BIDIK MITRA BERSAMA

(Media Online Bidik News Today)
Jalan Patimura Ujung No. 39, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara (Samping GOR Pematangsiantar)
Kode Pos 21145 – Kota Pematangsiantar

Search
Close this search box.

Partumpuan Pemangku Adat Budaya Simalungun Surati Presiden Terkait Kalim Lamtoras

BidikNewsToday.Com (Simalungun) – Dewan Pimmpinan Pusat Partumpuan Pemangku Adat Budaya Simalungun (PPAB – Simalungun) menyurati Presiden Joko Widodo. Surat bermomor 07/DPP-PPAB.Simalungun/ST/I/2023 tertanggal 24 Januari 2023 itu terkait penegasan Tanah Ulayat/Tanah Adat Simalungun.

Ketua Umum PPAB Simalungun, Jan Toguh Damanik S. Sos didampingi Ketua Departemen Hukum dan Ulayat, Hermanto Sipayung SH kepada wartawan menyampaikan, surat mereka itu menjadi warning bagi Penerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Jika nanti mennetapkan peraturan daerah tentang tanah adat di Kabupaten Simalungun agar mengacu pada silsilah adat dan garis keturunan kerajaan yangbada di wilayah Simalungun.

Sikap mereka itu dipicu adanya keresahan dan rasa terganggu akan adanya pernyataan sekelompok masyarakat di Desa Sihaporas, Kecamatan Pamatanh Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara yang menyatakan adanya “Tanah Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras)” di sana.

“Berdasarkan sejarah Simalungun, dengan tegas kami menyatakan tidak ada Tanah Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas di sana maupun wilayah mana pun di Kabupaten Simalungun. Karena Marga Ambarita bukanlah merupakan keturunan dari salah satu kerajaaan yang pernah memimpin di wilayah Simalungun,” sebut Jan Toguh Damanik.

Ia pun menegaskan, wilayah hukum adat dari masyarakat adat Simalungun tidak boleh diklaim masyarakat pendatang sebagai tanah adatnya. Mereka menila hal tersebut merupakan pemalsuan hak atau indikasi klaim palsu yang tidak dibenarkan.

Pada kesempatan itu pula mereka membantah adanya pernyataan kelompok masyarakat lain yang menyatakan bahwa di Simalungun tidak terdapat tanah adat maupun tanah ulayat.

“Satu lagi, jangan karena kebencian terhadap kelompok yang satu, jadi mereka hilangkan juga hak -hak dan keberadaan tanah adat dan tanah ulayat di Simalungun, ” terangnya.

PPAB Simalungun sendiri merupakan organisasi adat budaya Simalungun yang didirikan berdasarkan maklumat harajaon Simalungun pada 28 Mei 2022. Terdiri dari Kerajaan Siantar (Marga Damanik), Kerajaan Panei (Marga Purba Dasuha), Kerajaan Silau (Marga Purba Tambak), Kerajaan Tanoh Jawa (Marga Sinaga), Kerajaan Raya ( Marga Saragih Garingging), Kerajaan Purba( Marga Purba Pakpak), Kerajaan Silimahuta( Marga Girsang). (B.01.HENDRA). 

Read Previous

Wali Kota Pematang Siantar Bekerjasama Dengan UMSU Di Bidang Pendidikan, Penelitian, & Pengabdian Masyarakat

Read Next

Ungkap Sabu 1,2 Ton, Kapolri Berikan Penghargaan Tim Dewa Ruci 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *