Search
Close this search box.

PT BIDIK MITRA BERSAMA

(Media Online Bidik News Today)
Jalan Patimura Ujung No. 39, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara (Samping GOR Pematangsiantar)
Kode Pos 21145 – Kota Pematangsiantar

Search
Close this search box.

Kota Pematang Siantar Siap Siaga Hadapi DBD!

Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan disebutkan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pembangunan kesehatan merupakan investasi bagi pembangunan sember daya manusia (SDM) yang produktif secara sosial dan ekonomis. Salah satu kunci keberhasilan pembangunan kesehatan adalah adanya sinergi dan kerjasama semua pihak. Pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat haruslah berkolaborasi dan bersinergi berperan aktif sehingga terbentuk masyarakat yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Gejala dan Tanda-tanda Infeksi DBD

Penyakit Infeksi Dengue/Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditandai demam 2-7 hari dengan manifestasi perdarahan dan penurunan trombosit. Dapat disertai dengan gejala-gejala tidak khas seperti nyeri kepala, nyeri otot dan tulang, ruam atau nyeri belakang bola mata.

Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang mengandung virus Dengue (Serotype). Virus Dengue terdiri dari Den 1, Den 2, Den 3, dan Den 4. Tempat perkembangbiakan utama nyamuk Aedes Aegypty ini adalah tempat-tempat penampungan air, berupa genangan air bersih yang tertampung di suatu tempat misal bejana, drum, tangki air, bak mandi, tempayan, ember, tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari (vas bunga, botol, plastik bekas minuman, tempat minuman hewan peliharaan, dll), tempat penampungan air alamiah seperti lobang pohon, tempurung, lobang batu, potongan, dan pelepah pisang.

Penyebaran Virus Dengue

Di Indonesia kasus DBD berfluktuasi setiap tahunnya dan cenderung meningkat angka kesakitannya, serta sebaran wilayah yang terjangkit semakin luas.

Kota Pematang Siantar merupakan salah satu daerah endemis infeksi Dengue/DBD yang sudah merata di 53 kelurahan. Tahun 2022 terjadi peningkatan kasus yang signifikan dengan angka kesakitan/insidenserate (IR): 241,1/100.000 penduduk dan Case Fataliti Rate (CFR) 2,07 %. Tahun 2023 sampai bulan Agustus ditemukan 124 kasus DBD, meninggal 2 (dua) orang dengan IR: 47,5/100 penduduk dan CFR 1,64 %.

Kasus diperkirakan cenderung meningkat dan meluas sebarannya. Hal ini diakibatkan berapa faktor, seperti: perilaku masyarakat, perubahan iklim seperti musim penghujan, kepadatan penduduk, urbanisasi yang meningkat, ekonomi, dan ketersediaan air bersih.

 

Peranan Masyarakat Penting dalam Penanggulangan DBD

Berdasarkan data di atas, kasus infeksi Dengue/DBD di Kota Pematang Siantar saat ini dalam situasi siap siaga menghadapi potensi peningkatan kasus. Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA mengajak untuk siap siaga menghadapi potensi peningkatan kasus infeksi Dengue/DBD di Kota Pematang Siantar, yang mana dituangkan melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Pematang Siantar No: 400.7/6771/IX/2023 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Peningkatan Kasus Infeksi Dengue/DBD.

Menyikapi hal di atas dan sebagai bagian upaya mewujudkan visi Wali Kota Pematang Siantar, yakni Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas, maka perlu kerja sama semua pihak, terutama partisipasi aktif masyarakat dalam hal pencegahan dan penanggulangan penyakit infeksi Dengue/DBD di Kota Pematang Siantar. Kolaborasi antar OPD dan pemberdayaan masyarakat memegang peranan penting dalam mensukseskan program pencegahan dan penanggulangan DBD. Didukung dengan melakukan kegiatan berupa: Kampanye Kesehatan Massal seperti Gotong Royong atau Jumat Bersih, koordinasi dengan OPD terkait Pemko Pematang Siantar, serta penyampaian informasi melalui media cetak dan elektronik.

Kepala Dinas Kesehatan (Tengah) Bersama Jajarannya, Photo bersama dgn Kabid Drg Irma Yani Nasution, MKM dan Staf nya.

Upaya lain seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan 3 M Plus sekali seminggu, melalui kegiatan menguras bak mandi minimal sekali seminggu, menutup penampungan air, dan memanfaatkan/mendaur ulang barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk dengan penggunaan cairan anti nyamuk, memberantas jentik nyamuk dengan larvasida di genangan air, dan menanam tanaman pengusir nyamuk.

Kerja sama dengan tingkat kelurahan dalam hal menggalakkan program Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan memberdayakan peran serta masyarakat melalui peran anggota keluarga sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di dalam dan sekitar rumahnya.

Kemudian, melakukan G1R1J di lingkungan perkantoran, sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya, melakukan survey jentik/Pemantauan Jentik Berkala (PJB); meningkatkan surveilans kasus dengan penyelidikan epidemiologi kasus DBD; pelacakan/penemuan kasus; menggalakkan kegiatan promosi kesehatan melalui penyuluhan, orasi, media cetak dan elektronik; melakukan kegiatan fogging fokus sesuai prosedur, di mana fogging atau pengasapan merupakan tindakan yang dilakukan hanya untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypty dewasa. Sehingga hal tersebut bukan menjadi penyelesaian masalah penularan penyakit DBD bila jentik-jentiknya masih dibiarkan hidup.

Pemerintah Galakkan Program Pencegahan Penyebaran Virus Dengue

Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar bersama-sama dengan lintas program, lintas sektor, elemen terkait, dan masyarakat telah mensukseskan program pencegahan dan penanggulangan DBD, melalui upaya-upaya seperti: Pembentukan Tim Pokjanal DBD/ G1R1J tingkat kelurahan; Mengaktifkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) di kelurahan; Penyelidikan epidemiologi kasus DBD, dan penemuan kasus baru di lapangan;
Survei jentik/Pemantauan Jentik Berkala (PJB); Melakukan PSN 3M Plus; Koordinasi lintas program dan lintas sektor; Menggalakkan promkes melalui penyuluhan, orasi, media cetak seperti leaflet dan spanduk; Penguatan surveilans/pelacakan kasus; Larvasidasi; Melakukan Fogging Fokus sesuai SOP; Menerima laporan 1×24 jam di RS; Bersama Tim BTKLPP Kelas 1 Medan melakukan kegiatan pengambilan sampel surveilans sentinel Arbifirosis Dengue untuk pemeriksaan Serotype Virus Dengue. Di mana, hasil pemeriksaan laboratorium BTJLPP Kelas 1 Medan pada tahun 2022 menyatakan ditemukannya semua Serotype Virus Dengue (Den 1, Den 2, Den 3, dan Den 4) di Kota Pematang Siantar; dan Survei vektor resistance insektisida terhadap vektor DBD di Kota Pematang Siantar pada bulan Agustus 2023. Hasil survey vektor resistensi insektisida pada tahun 2022, menyatakan insektisida yang digunakan sudah Resisten.

Sosialisasi Dinas Kesehatan tentang DBD kepada Pelajar

Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar melalui Dinas Kesehatan meminta semua komponen terkait, semua instansi pemerintah dan swasta serta seluruh masyarakat Kota Pematang Siantar untuk bekerja sama menyikapi kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan kasus DBD yang mungkin berpotensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB). (Adv)

Read Previous

RAZIA RUTIN PENGGELEDAHAN KAMAR BLOK HUNIAN WBP

Read Next

Pelaku Pencurian Spesial Motor Honda CBR yang Dicari Sejak Agustus Akhirnya Diringkus oleh Polsek Perdagangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *